warning, web is protected!!
Kisah para nabi : Diriwayatkan bahwa masih terdapat 4 nabi yang masih hidup - Kajian Islami 30 Detik -->

Kisah para nabi : Diriwayatkan bahwa masih terdapat 4 nabi yang masih hidup

 


Dalam beberapa riwayat, terdapat keyakinan bahwa masih ada empat nabi yang masih hidup di dunia. Namun, penting untuk dicatat bahwa keyakinan ini tidak umum diakui dalam Islam mayoritas dan tidak didukung oleh sumber utama ajaran Islam seperti Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Meskipun demikian, terdapat beberapa riwayat dalam literatur Islam yang menyebutkan kemungkinan keberadaan nabi tertentu yang masih hidup.

Baca juga

1. **Nabi Isa (Yesus)**: Dalam Islam, Nabi Isa dianggap sebagai salah satu nabi terbesar yang dikirim oleh Allah SWT. Keyakinan umum dalam Islam adalah bahwa Nabi Isa telah diangkat ke langit oleh Allah SWT dan akan kembali pada akhir zaman sebelum hari kiamat. Namun, dalam beberapa riwayat, terdapat keyakinan bahwa Nabi Isa masih hidup di dunia dan akan turun kembali menjelang kedatangan Imam Mahdi.

2. **Nabi Idris**: Nabi Idris juga disebutkan dalam beberapa riwayat sebagai salah satu dari empat nabi yang masih hidup di dunia. Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Nabi Idris dalam Al-Qur'an, namun dalam tradisi Islam, ia dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan diberkati.

Baca juga

3. **Nabi Khidir**: Nabi Khidir disebutkan dalam Al-Qur'an dalam kisahnya bersama Nabi Musa. Dalam beberapa riwayat, terdapat keyakinan bahwa Nabi Khidir masih hidup dan menjalani kehidupan abadi, di mana ia menjadi master otherworldly bagi mereka yang mencari kebijaksanaan dan petunjuk Allah.

4. **Nabi Ilyas (Elyasa)**: Nabi Ilyas juga disebutkan dalam beberapa riwayat sebagai salah satu dari empat nabi yang masih hidup di dunia. Dalam beberapa tradisi, ia dianggap sebagai sosok yang hidup abadi dan memberikan bimbingan kepada mereka yang membutuhkan.

Baca juga

Penting untuk diingat bahwa keyakinan ini didasarkan pada riwayat yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya dan tidak selalu diakui secara all inclusive dalam Islam. Namun, bagi beberapa kelompok atau aliran keagamaan tertentu, keyakinan ini memiliki makna dan pentingnya sendiri dalam pemahaman otherworldly dan eskatologis.